Thursday, October 17, 2019
Home > Musim di Turki > Autumn Musim Gugur Turki > Paket Tour: Itinerary Trip Wisata Liburan Ke Turki 7 Hari 2019

Paket Tour: Itinerary Trip Wisata Liburan Ke Turki 7 Hari 2019

Paket Tour Itinerary Trip Wisata Liburan Ke Turki 7 Hari

Paket Tour: Itinerary Trip Wisata Liburan Ke Turki 7 Hari 2019 – Tahun ini anda merencanakan untuk liburan ke Turki? Kami pastikan anda telah menentukan keputusan yang tepat.

Turki adalah negara yang unik, mempunyai ciri khas tersendiri, sehingga banyak wisatawan dari seluruh dunia memutuskan untuk menyaksikan pesona Turki dengan langsung mengunjungi negeri Tulip tersebut.

Turki adalah destinasi wisata atau liburan yang tepat. Faktanya, Turki adalah salah satu negara di dunia ini yang sangat concern dengan potensi wisatanya.

Negara dua benua tersebut ternyata banyak sekali menyimpan saksi sejarah perkembangan peradaban dunia. Beberapa spot tempat wisata di Turki mempunyai cerita awal mula bagaimana sebuah kehidupan atau peradaban dimulai.

Tentunya dengan tour bersama kami, anda akan didampingi oleh seorang tour guide berlisensi yang fasih berbahasa Indonesia. Jadi kami yakin selain anda liburan menikmati keindahan negara Turki, anda juga akan mendapatkan banyak informasi mengenai cerita-cerita spot tempat wisata di Turki tersebut.

Mengenai durasi atau waktu lamanya liburan, tour di Turki 7 hari 6 malam juga merupakan waktu yang tepat. Dengan menggunakan paket tour Turki 7 hari 6 malam, anda sudah bisa mengunjungi spot atau tempat wisata unggulan di Turki. Kemana saja selama anda tour di Turki, akan kami berikan penjelasannya dalam beberapa tulisan kedepan.

Mengapa tour bersama kami?

Ada baiknya memang anda mengetahui siapa kami TourTurki.co.id.

Kami adalah sebuah perusahaan penyedia pelayanan tour. Lebih tepatnya kami adalah tour operator.

Dengan anda berhubungan langsung dengan tour operator seperti kami, merupakan keuntungan juga bagi anda. Karena kami bisa menyediakan pelayanan paket LA: land tour arrangement Turki.

Berbeda dengan travel agent yang biasanya membuka tanggal tour untuk group opentrip Turki yang sudah ditentukan oleh pihak agent, bersama kami: sebuah tour operator, anda bisa menentukan sendiri kapan anda akan berangkat liburan ke Turki.

Dan tanpa ada kuota peserta yang harus terpenuhi. Kalau biasanya dalam setiap group opentrip ada 20-30 peserta, bersama TourTurki.co.id hanya dengan minimal dua peserta kami dapat mewujudkan liburan anda di Turki.

Kami sangat memahami bahwa waktu luang orang satu dengan yang lainnya itu berbeda-beda. Jadi kami memberikan keleluasaan kepada anda untuk anda sendiri yang menentukan tanggal tour-nya.

| Baca juga: Paket LA Turki (land tour arrangement).

Penentuan waktu tour juga bisa didasarkan dari ketersediaan tiket murah dari maskapai setiap bulannya.

Di internal kami, kami mempunyai sistem tersendiri yang memungkinkan untuk melihat kapan ada tiket dengan opsi terbaik: secara harga dan waktu, setiap bulannya.

Cukup informasikan ke kami detil rencana liburan anda ke Turki, dan kami yang akan mempersiapkan semuanya.

| Baca juga: Promo tiket pesawat murah ke Turki.

Pertanyaan selanjutnya yang ada di benak anda sekarang pasti adalah tentang program paket tour-nya sendiri. Kemana saja yang bisa dikunjungi selama anda menggunakan paket tour 7 hari 6 malam.

Simak tulisan kami berikutnya ini yaa.

Tempat Wisata Dalam Paket Tour: Itinerary Trip Wisata Liburan Ke Turki 7 Hari 2019.

Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, berdasarkan pengalaman dalam mengatur liburan ke Turki kami, waktu trip ke Turki: tour Turki 7 hari 6 malam adalah waktu minimal untuk bisa mengunjungi spot-spot tempat wisata unggulan pesona Turki.

Biar lebih jelas, berikut akan kami jelaskan satu per satu.

Istanbul.

Istanbul adalah kota yang mungkin paling banyak dikenal dari seluruh daerah atau kota yang ada di Turki.

Dan hampir sebagian besar dari seluruh penerbangan internasional, Istanbul menjadi pusat penerbangan di Turki. Tercatat ada beberapa bandara internasional yang berlokasi di Istanbul Turki.

Kota yang dahulu bernama Constantinople ini mempunyai banyak bangunan sebagai saksi sejarah bermulanya peradaban kehidupan manusia di dunia.

Beberapa spot tempat wisata dapat anda kunjungi selama anda jalan-jalan di Istanbul. Berikut adalah beberapa contohnya:

HAGIA SOPHIA.

Hagia Sophia adalah salah satu bangunan tertua yang ada di Istanbul Turki. Bahkan sejarah mencatat, umur Hagia Sophia lebih tua bila dibandingkan dengan Candi Borobudur di Indonesia.

Hagia Sophia dahulu adalah sebuah gereja pada masa atau era kepemimpinan Byzantine.

Pada saat Sultan Muhammad Al-Fatih berusaha menaklukkan Contantinople, banyak sekali rakyat yang berkumpul dan berlindung didalam Hagia Sophia.

Pada saat Constantinople berhasil ditaklukkan, yang pertama kali beliau Sultan Muhammad Al-Fatih lakukan adalah turun dari kudanya dan segera menemui orang-orang yang berlindung dalam Hagia Sophia. Beliau dengan ramah berbicara dan berjanji akan melindungi seluruh rakyat Constantinople.

Semenjak pertama kali beliau sholat dan sujud di gereja tersebut, sejak itu pula Hagia Sophia kemudian berubah fungsi menjadi sebuah masjid.

Kebesaran Sultan Muhammad Al-Fatih terlihat disini. Sudah selayaknya apabila ada seorang panglima besar berhasil menaklukkan sebuah negara, beliau akan menuliskan namanya di tempat-tempat penting. Namun beliau tidak melakukan hal tersebut. Tidak ada nama ataupun simbol-simbol tertentu yang beliau sematkan di Hagia Sophia. Beliau hanya menambahkan beberapa ornamen bertuliskan Alloh SWT dan Nabi Muhammad SAW beserta khalifah dan kerabat terdekatnya di dalamnya, dan juga beliau menambahkan mihrab dan tempat imam untuk memimpin sholat. Bahkan ornamen-ornamen asli gereja di Hagia Sophia masih terus dipertahankan.

Sampai saat ini anda masih bisa menyaksikan bagaimana Islam dan Kristen damai berjalan bergandengan tangan di Hagia Sophia.

MASJID BIRU (BLUE MOSQUE).

Masjid Biru menjadi tempat wisata wajib yang harus dikunjungi khususnya dalam paket wisata religi Turki kami.

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa nama asli masjid ini sebenarnya bukanlah Masjid Biru atau Blue Mossque yang santer kita dengar. Nama masjid ini diambil dari nama pendiri masjid tersebut yaitu Sultan Ahmet Camii. Camii disadur dari bahasa arab yang berarti Jami’ atau dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Masjid Agung.

Namun penyebutan istilah Masjid Biru atau Blue Mosque bukan tanpa alasan. Pada awalnya, mayoritas dari ornamen masjid tersebut memang terbuat dari keramik berwarna biru. Dan tidak tanggung-tanggung, keramiknya pun didatangkan langsung dari daerah penghasil keramik terbaik di Turki yaitu Iznik.

Sultan Ahmet pertama kali berinisiatif membangun Masjid Biru karena keinginan beliau untuk menyaingi Hagia Sophia. Jadi kesan pertama kali anda mengunjungi masjid ini pastinya adalah kesan besar dan megah.

Selain mempunyai kubah tengah yang sangat besar, masjid ini dilengkapi dengan enam menara yang sangat tinggi. Proses terealisasinya menara ini pun mempunyai cerita yang menarik. Sultan Ahmet I pada awalnya menginstruksikan kepada sang arsitektur: Mehmed Aga, untuk membangun menara emas. Emas dalam bahasa Turki adalah “altin”. Namun ternyata Mehmed Aga menafsirkan hal yang berbeda, yaitu “alti” yang berarti “enam”. Singkat cerita terbangunlah enam menara di Masjid Biru tersebut. Sang Sultan sempat murka, namun akhirnya luluh karena melihat keindahan enam menara yang terbangun tersebut.

Cerita belum berakhir disini, karena ternyata pembangunan menara tersebut menimbulkan polemik. Konon pada saat itu Masjidil Haram di Mekkah mempunyai jumlah menara yang sama. Pada akhirnya Sultan Ahmet mengirim Mehmed Aga ke Mekkah dan membangunkan menara ketujuh di Masjidil Haram.

Dan masih banyak cerita atau fakta lainnya dari Masjid Biru. Mau tahu?

| Baca juga: Fakta Menarik Masjid Biru di Istanbul Turki.

ISTANA TOPKAPI (TOPKAPI PALACE).

Sebuah bangunan istana yang terletak tidak jauh dari Hagia Sophia dan Masjid Biru. istana Topkapi juga berada tidak jauh dari Selat Bosphorus di Istanbul Turki.

Istana ini pernah berperan penting menjadi kediaman resmi kesultanan Utsmaniyah selama 600 tahun. Lebih tepatnya berada pada range tahun 1465-1856. Di dalam istana juga pernah dihuni oleh kurang lebih 4.000 orang.

Istana Topkapi dibangun atas perintah Sultan Mehmed II: atau biasa dikenal dengan Sultan Muhammad Al-Fatih. Pembangunan dimulai pada tahun 1459 atau tepat enam tahun setelah beliau berhasil menaklukkan Constantinople (saat ini adalah Istanbul) pada tahun 1453.

Istana Topkapi mulai aktif dipergunakan pada tahun 1465, setelah sebelumnya kesultanan Utsmaniyah menjalankan pemerintahannya di Istana Lama (Old Palace). Istana lama tersebut saat ini adalah Istanbul University.

Namun selepas abad ke-17, Istana Topkapi mulai pudar peranannya. Sultan yang baru mulai sering beraktivitas di istana baru yang dibangun di pinggir Selat Bosphorus. Tepatnya pada tahun 1865, Sultan Abdulmejid I resmi memutuskan untuk memindahkan kesultanannya di Istana Dolmabahce.

Berakhirnya Kesultanan Ottoman pada tahun 1923, menjadi awal mula berubahnya Istana Topkapi menjadi sebuah museum. Lebih tepatnya pada tanggal 3 April 1924, istana tersebut menjadi sebuah museum nasional dibawah pengelolaan Kementerian Budaya dan Pariwisata pemerintahan Turki.

Istana Topkapi yang mempunyai empat bangunan utama dengan bangunan-bangunan kecil lainnya menjadi daya tarik tersendiri sebagai tempat wisata unggulan di Istanbul Turki.

Bagian terpenting dan yang paling banyak menarik perhatian adalah adanya sebuah bangunan yang menyimpan barang-barang penting bersejarah peradaban agama Islam. Diantaranya adalah tersimpannya pedang dan jubah Nabi Muhammad SAW, dan beberapa barang penting lainnya dari khalifah, sahabat, dan kerabat dekat Beliau.

Barang bersejarah lainnya seperti tongkat Nabi Musa AS yang konon pernah dipakai untuk membelah lautan, dan beberapa barang dari ka’bah dari Masjidil Haram di Mekkah juga tersimpan rapi di salah satu gedung di dalam Istana Topkapi tersebut.

Untuk menjaga kesucian barang-barang tersebut, di dalam ruangan selalu dibacakan ayat-ayat suci Al-Quran selama 24 jam penuh setiap harinya. Setidaknya ada tiga pembaca Al-Quran yang bertugas bergantian untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran di area tersebut.

HIPPODROME SQUARE.

Masih dalam kompleks yang sama dengan Hagia Sophia, Masjid Biru, dan Istana Topkapi, dahulu terdapat sebuah gelanggang olah raga pada masa kerajaan Byzantine.

Gelanggang olah raga tersebut mempunyai sebuah track pacuan kuda yang sering digunakan pada masanya.

Saat ini yang tersisa hanyalah sebuah menara. Konon menara tersebut dahulu adalah salah satu bagian terpenting dari gelanggang olah raga tersebut.

GRAND BAZAAR.

Grand Bazaar di Istanbul Turki layaknya adalah sebuah pasar di Indonesia.

Namun pasar tersebut bukanlah pasar biasa. Grand Bazaar mempunyai luasan yang sangat besar, dan didalamnya terdapat ribuan kios atau outlet yang menjual barang-barang khas Turki.

Sepanjang sejarahnya, Grand Bazaar bahkan pernah mencatatkan sebuah nilai transaksi yang luar biasa. Bahkan nilai transaksi tersebut adalah yang terbesar dari seluruh nilai transaksi pasar di dunia.

Grand Bazaar menjadi sebuah destinasi yang paling banyak diburu. Khususnya buat anda yang menginginkan membeli barang-barang khas Turki, baik itu untuk keperluan pribadi maupun untuk oleh-oleh.

Belanja di Turki? Grand Bazaar adalah tempat yang tepat!

( klik pada gambar untuk memperbesar )

Bursa.

Kota Bursa letaknya tidak jauh dari Istanbul. Setidaknya hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan darat dari Istanbul, anda sudah bisa menginjakkan kaki di Bursa.

Beberapa tempat wisata dapat anda kunjungi di Bursa Turki. Beberapa yang menjadi unggulan kami adalah:

ULUCAMII – MASJID AGUNG BURSA.

Masjid Agung yang terletak di pusat kota Bursa, atau berjarak sekitar 100 kilometer dari Istanbul ini dibangun oleh kesultanan Ottoman yaitu Sultan Bayezid I.

Masjid ini banyak menyimpan cerita. Konon cikal bakal pembangunan masjid ini adalah keinginan dari sang sultan untuk membangun masjid setiap kali beliau memenangkan sebuah peperangan. Tercatat setidaknya beliau sudah memenangkan dua puluh kali peperangan. Berdasarkan komitmen tersebut, seharusnya sang sultan membangun dua puluh masjid.

Namun pada saat akan memulai pembangunan, kesultanan sedang mengalami kondisi keuangan yang kurang menggembirakan.

Akhirnya disepakati untuk mengganti pembangunan dua puluh masjid, dibuatlah dua puluh kubah dalam satu masjid agung. Jadi apabila masjid ini dilihat dari atas, akan terlihat dua puluh kubah berjejer apik memenuhi atap masjid.

Selain itu, di kalangan masyarakat Turki, masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Kaligrafi.

Bukan tanpa alasan, pertama kali anda masuk ke dalam masjid, anda akan disuguhi dinding yang penuh dengan kaligrafi arab yang sangat cantik. Di dalam masjid juga terdapat tempat untuk berwudhu yang sangat unik.

Di dalam interior masjid juga terdapat sebuah bekas kain penutup ka’bah yang menambah suasana masjid menjadi sangat hangat.

Masih di kota yang sama, tempat wisata di Bursa selanjutnya yang akan dikunjungi adalah Masjid Hijau. Dari sisi sejarah mungkin tidak banyak cerita mengenai masjid ini. Dahulu bangunan masjid ini adalah bekas gedung pemerintahan kota Bursa. Namun berjalannya waktu, bangunan tersebut dialih fungsikan menjadi sebuah masjid.

Sampai pada saat tulisan ini dibuat, baik Masjid Agung Ulucamii Bursa maupun Masjid Hijau Bursa saat ini masih aktif dipergunakan untuk kegiatan sholat lima waktu masyarakat sekitar.

Tidak jauh berjalan dari Masjid Hijau, kita akan menemukan sebuah tempat wisata bersejarah di Bursa lainnya, yaitu Makam Hijau. Atau secara umum lebih dikenal dengan nama Green Tomb.

Makam Hijau merupakan tempat peristirahatan terakhir Sultan Mehmet I. Beliau adalah sultan Ottoman kelima dari keturunan kesultanan Ottoman Utsmaniyah yang dikebumikan pada tahun 1421.

Oleh masyarakat lokal, makam ini disebut dengan nama Yeşil Türbe.

Yeşil Türbe dibangun oleh Sultan Murad II: putra dan penerus Sultan Mehmet I.

Saat ini Makam Hijau menjadi tempat peristirahatan tujuh kerabat dekat Sultan Mehmet I. Enam diantaranya adalah putra-putra (Mustafa, Mahmud dan Yusuf), putri-putri (Selçuk Hatun, Sitti Hatun dan Ayse Hatun), dan pengasuh dari Çelebi Sultan Mehmet yaitu Daya Hatun.

( klik pada gambar untuk memperbesar )

Kusadasi.

Kota selanjutnya yang akan dikunjungi setelah kota Bursa adalah Kusadasi.

Kusadasi di Izmir adalah sebuah daerah di Turki yang juga termasuk dalam kawasan garis pantai Turki. Jadi sudah selayaknya apabila daerah ini memang sering kali dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

| Baca juga: Rekomendasi Destinasi Tempat Wisata: Pesona Pantai di Turki.

Siapa yang menyangka apabila Kusadasi adalah merupakan bagian penting dari sejarah perkembangan peradaban manusia yang ada di dunia.

Disini kita dapat menyaksikan sebuah kota kuno yang dikenal dengan nama Ephesus Ancient City. Sebuah kota kuno yang telah eksis semenjak zaman Yunani, dan pernah mencapai puncak kejayaannya pada saat Romawi berkuasa.

Walaupun tergolong kota kuno, namun tata kotanya telah menunjukkan masyarakatnya mempunyai pola pikir yang sudah maju. Kalau diperhatikan, di dalam Ephesus telah mempunyai pembagian zona-zona kota yang matang. Seperti contohnya adalah adanya daerah khusus untuk rumah-rumah pada saat itu, area hiburan, area kesehatan, area pendidikan, dll.

Semakin dalam menyusuri kita akan menemukan sebuah perpustakaan bersejarah. Yaitu Celsus Library di kota kuno Ephesus.

Perpustakaan Celsus merupakan satu diantara tiga perpustakaan terbesar di dunia pada masanya.

Sampai saat ini kita masih bisa menyaksikan bangunan depan perpustakaan tersebut lengkap dengan kolom-kolomnya yang masih berdiri kokoh dan megah.

Untuk memenuhi kebutuhan hiburan, dibangunlah Grand Theatre di kota kuno Ephesus tersebut. Tidak jauh berjalan dari Celsus Library kita sudah bisa menemukannya. Sebuah bangunan dengan tempat duduk berundak berbentuk setengah lingkaran. Seluruh tempat duduk mengarah ketengah menuju sebuah panggung didepannya.

Selain untuk keperluan hiburan, Grand Theatre juga dipergunakan untuk tempat berkumpulnya masyarakat Ephesus.

( klik pada gambar untuk memperbesar )

Pamukkale.

Kota selanjutnya yang akan dikunjungi setelah Kusadasi adalah Pamukkale.

Kota ini terkenal dengan sumber mata air panasnya. Di Pamukkale terdapat sebuah kolam-kolam yang terbentuk alami karena proses endapan kalsium yang cukup lama.

Endapan-endapan tersebut membentuk kolam natural berwarna putih bersih layaknya sebuah kapas.

Itulah mengapa tempat tersebut dikenal dengan istilah Istana Kapas atau Cotton Castle.

Konon karena endapan kalsium yang besar, dipercaya bagi siapa saja yang berendam di salah satu kolam tersebut akan dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang diderita.Tidak jauh dari Cotton Castle kita dapat mengunjungi sebuah kota kuno Hierapolis. Satu lagi kota kuno yang memulai peradabannya di Turki.

( klik pada gambar untuk memperbesar )

Cappadocia Turki.

Anda mau liburan ke Turki, kami rekomendasikan untuk mengunjungi Cappadocia.

Cappadocia mempunyai keindahan alam yang sangat unik, dan mungkin hanya ada satu-satunya di dunia.

Cappadocia, dalam bahasa Turki: Kapadokya, merupakan daerah bersejarah di pusat Anatolia. Lebih tepatnya terletak di provinsi Niğde di Turki.

Nama Cappadocia dahulu sering ditemukan dan digunakan dalam sumber literasi agama Kristen.

Salah satu buktinya adalah adanya Goreme Open Air Museum Cappadocia. Sebuah kompleks gereja masa lalu, tepatnya pada abad ke-11. Seluruh gereja yang ada di kompleks tersebut terbuat dari bebatuan lunak membentuk bukit khas Cappadocia. Di dalam gereja dihiasi dengan lukisan tangan seniman-seniman agama Kristen saat itu. Sangat asyik menelusuri satu-satu tempat ibadah dalam kompleks tersebut.

Bangunan lain yang menjadi ikon landmark Cappadocia adalah Uchisar Castle. Bangunan tersebut dahulu adalah sebuah menara yang dipergunakan untuk membantu mempertahankan Cappadocia dari serangan lawan. Tentara yang berjaga di atas menara secara aktif melihat segala pergerakan yang ada di Goreme. Dan apabila terindikasi adanya ancaman, tentara-tentara tersebut dengan sigap bergerak dan juga mengirimkan sebuah pesan darurat dengan memantulkan cahaya sampai ke Constantinople.

Uchisar Castle saat ini berubah fungsi menjadi sebuah tempat wisata yang banyak diburu oleh traveler dari seluruh penjuru dunia. Dengan posisinya yang menguntungkan, tinggi di atas tanah, di puncak menara disediakan teropong-teropong untuk melihat keindahan alam Goreme Cappadocia yang sangat indah. Jalan-jalan berlikuk yang terlihat dari atas menjadikan pemandangan semakin unik.

Spot unik lainnya yang ada di Goreme adalah Cappadocia Underground City. Sebuah kota yang ada di bawah tanah Cappadocia. Tempat tersebut dipergunakan untuk berlindung apabila ada keadaan membahayakan di permukaan. Kota bawah tanah tersebut juga mempunyai struktur fungsi yang maju. Terutama tentang sirkulasi udaranya. Seluruh bagian kota mempunyai pergerakan udara yang baik. Saking kompleksnya kota bawah tanah, underground city tersebut mempunyai banyak tingkat kebawah tanah.

Setiap ruangan yang ada pun juga selayaknya sebuah rumah. Jadi pada saat anda mengunjungi Cappadocia Underground City, anda bisa menemui ruangan-ruangan seperti ruang tamu, kamar, dapur, toilet, dan lain sebagainya.

Tercatat ada beberapa kota bawah tanah yang ada di Cappadocia. Dan setiap kota bawah tanah tersebut terhubung satu dengan yang lainnya dengan sebuah jalan atau lorong yang terdapat di bagian paling bawah kota tersebut.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, yang terunik dari Cappadocia adalah natural keadaan alamnya, yaitu struktur bebatuan Cappadocia. Bebatuan besar secara alami membentuk sebuah struktur yang unik. Secara natural bebatuan yang tersusun tersebut tanpa sengaja membentuk bangunan-bangunan yang menyerupai bentuk binatang maupun benda-benda lainnya.

Beberapa lembah yang terkenal adalah Pasabag Valley, Chimney Valley, Pigeon Valley, dan masih banyak lagi.

Oleh karenanya, banyak traveler dari seluruh penjuru dunia ingin menyaksikan secara langsung keunikan “fairy chimney”-nya Cappadocia.

Kami rekomendasikan setidaknya anda menginap dua malam di Cappadocia.Pagi hari anda dapat menikmati aktivitas yang sangat menarik yaitu wisata Turki balon udara di Cappadocia. Sebuah pengalaman yang sangat mengesankan melihat keindahan alam dari atas ditambah dengan menyaksikan sunrise dengan Hot Air Balloon Cappadocia.

( klik pada gambar untuk memperbesar )

Ankara.

Banyak yang menyangka ibukota negara Turki berada di Istanbul. Namun pada kenyataannya, ibukota dan pusat pemerintahan negeri Tulip tersebut berlokasi di Ankara.

Kota Ankara dapat kita lalui pada saat perjalanan dari Cappadocia menuju ke Istanbul.

Disini kita akan mengunjungi sebuah tempat wisata bersejarah yaitu Mausoleum Mustafa Kemal Ataturk. Beliau adalah presiden pertama kali negara Turki, yang juga dikenal dengan Bapak Demokrasi Turki.

Di museum tersebut kita bisa menyaksikan makam beliau yang selalu dijaga oleh tentara-tentara Turki.

Dan apabila jam kunjung kita kebetulan sesuai dengan pergantian jam penjagaan, kita bisa melihat upacara pergantian yang apik tersebut. Sebuah momen yang layak juga untuk kita saksikan.

Menarik bukan spot-spot tempat wisata yang dapat anda kunjungi dalam Paket Tour: Itinerary Trip Wisata Liburan Ke Turki 7 Hari 2019 tersebut?Tempat-tempat wisata tersebut sudah mencakup semua spot unggulan wisata ke Turki. Secara umum, rekomedasi tempat wisata unggulan di Turki dapat anda baca pada link berikut: Rekomendasi Tempat Wisata Terbaik di Turki.

Itinerary Turki 7 Hari.

Program berikut adalah Paket LA Turki 7 hari. Jadi itinerary bisa saja berubah menyesuaikan dengan jadwal penerbangan yang akan anda pergunakan nantinya.

Namun secara umum itinerary tour Turki 7 hari tersebut adalah sebagai berikut:

Hari Pertama.

Hari ini adalah hari pertama kali anda menginjakkan kaki di Turki.

Tour guide kami akan menjemput anda di depan pintu kedatangan bandara internasional di Istanbul Turki.

Pada hari yang sama kita akan melanjutkan perjalanan menuju kota Bursa. Dan hari ini kita akan bermalam di Bursa.

Hari Kedua.

Pagi hari breakfast di hotel.

Kemudian kita lanjutkan dengan city tour Bursa. Selesai jalan-jalan di Bursa, kita melanjutkan perjalanan menuju ke Kusadasi.

Hari ini bermalam di Kusadasi.

Hari Ketiga.

Pagi hari breakfast di hotel.

Kemudian kita akan melanjutkan tour dengan mengunjungi Ephesus Ancient City.

Selesai tour kita melanjutkan perjalanan ke Pamukkale. Sampai disini kita akan mengunjungi tempat wisata Pamukkale seperti yang disebutkan diatas.

Hari ini kita bermalam di Pamukkale.

Hari Keempat.

Pagi hari breakfast di hotel.

Setelahnya kita akan melanjutkan perjalanan menuju ke Cappadocia melalui kota Konya.

Sampai di Goreme, kita akan mengunjungi kota bawah tanah.

Hari ini bermalam di Cappadocia.

Hari Kelima.

Pagi hari, bagi yang menghendaki bisa naik balon udara di Cappadocia.

Selesai naik Hot Air Balloon Cappadocia, anda akan diantar kembali ke hotel. Bersiap-siap dan breakfast di hotel.

Kemudian kita melanjutkan city tour di Cappadocia.

Hari ini kita masih bermalam di Cappadocia.

Hari Keenam.

Pagi hari breakfast di hotel.

Kemudian kita akan melanjutkan perjalanan menuju ke Istanbul melalui kota Ankara.

Hari ini kita bermalam di Istanbul.

Hari Ketujuh.

Pagi hari breakfast di hotel.

Check out hotel dan melanjutkan city tour di Istanbul.

Selesai tour anda akan diantar menuju ke bandara internasional di Istanbul Turki, menyesuaikan dengan jadwal penerbangan yang anda pergunakan.

Itinerary diatas bisa mengalami penyesuaian, perubahan atau pengurangan dikarenakan cuaca, trafik lalu lintas, jadwal penerbangan, atau hal-hal lain diluar perkiraan.

KESIMPULAN.

Paket ini adalah program yang paling banyak diminati oleh klien-klien kami.

Karena dengan Paket Tour: Itinerary Trip Wisata Liburan Ke Turki 7 Hari 2019 ini tempat-tempat wisata yang dikunjungi sudah bisa mencakup spot-spot unggulan yang ada di Turki.

Sebuah keuntungan bagi anda karena program ini adalah paket LA Turki. Jadi kapanpun anda ingin jalan-jalan ke Turki sendiri tanpa bergabung dengan group, tentunya anda bisa menggunakan paket trip wisata dan liburan ke Turki ini.

Bahkan paket ini juga bisa digunakan pada saat anda ingin liburan musim dingin di Turki. Cuma perbedaannya, pada saat musim dingin waktu siangnya lebih pendek. Jadi diperlukan satu kali penerbangan domestik di Turki.

Selain musim dingin, paket trip tour ke Turki 7 hari ini bisa digunakan tanpa penerbangan domestik di Turki.

Secara umum paket tour, trip wisata liburan ke Turki 7 hari ini bisa digunakan di bulan April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, dan November. Dan untuk trip ke Turki bulan Desember, Januari, Februari, Maret diperlukan pemakaian penerbangan domestik. Paket liburan ke Turki ini berlaku untuk tahun 2019, 2020, 2021, dan tahun-tahun selanjutnya.

Segera hubungi kami untuk mengetahui detil lainnya seperti harga dan promo-promo lainnya.

Rencanakan trip ke Turki anda bersama kami TourTurki.co.id. Dan kami yang akan mengatur semuanya untuk anda.

Klik pada tombol dibawah ini untuk menghubungi kami melalui Whatsapp:

paket wisata liburan tour ke turki

CONTACT PERSON :
Sigit Santoso | (62) 817 2000 70

Klik disini untuk menghubungi kami melalui Whatsapp dan line@

nomor kontak wa whatsapp paket private land tour arrangement ke turki
kontak line promo paket private land tour arrangement ke turki

Ingin tahu tips lengkap liburan ke Turki? Klik tombol dibawah ini

tips tour trip liburan wisata ke turki
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share